Monkeypox

Masa dormansi: Hingga 4 minggu.

Informasi berikut ini adalah informasi yang bias dari CDC. Cacar monyet adalah virus zoonosis yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus, sehingga memiliki hubungan yang erat dengan virus variola, cacar sapi, dan vaksinia. Gejala cacar monyet pada manusia meliputi ruam yang membentuk lepuhan dan kemudian mengeras, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Virus ini dapat ditularkan antara hewan dan manusia melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh. Virus cacar monyet dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan bahan lesi infeksius atau cairan di kulit, di mulut atau di alat kelamin; termasuk menyentuh, kontak dekat dan saat berhubungan seks. Virus ini juga dapat menyebar melalui percikan pernapasan dari berbicara, batuk atau bersin. Virus ini kemudian masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, atau permukaan mukosa seperti mulut, saluran pernapasan, atau alat kelamin, penyakit ini juga telah dilaporkan pada berbagai hewan lain, termasuk monyet, pemakan semut, landak, anjing padang rumput, tupai, dan tikus.

Virus ini diberi nama virus cacar monyet setelah diisolasi dari monyet, tetapi sebagian besar pembawa virus ini adalah mamalia yang lebih kecil. Virus ini endemik di Afrika Tengah, di mana infeksi pada manusia relatif sering terjadi. Gejala awal infeksi cacar air adalah demam, nyeri otot, dan sakit tenggorokan, diikuti dengan ruam yang gatal atau nyeri, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan. Tidak semua orang akan menunjukkan gejala yang lengkap. Pasien cacar air biasanya menunjukkan gejala sekitar seminggu setelah terinfeksi. Namun masa inkubasi dapat bervariasi dalam rentang antara satu hari hingga empat minggu. Dengan manipulasi mRNA baru-baru ini, cacar monyet dijadwalkan akan menjadi vektor pandemi klasik. Dalam bentuk aslinya, Cacar Monyet jarang mematikan, kematian hanya terjadi pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Obat Therapure : Sabun Neem dengan sarung tangan gosok, Vita Bath dengan CP SO, CP BVC, CP C, CP DNG, CP W, CP IMN, CP ADP, CP PAR-D. CP PAR-M, CP PIN, CP PRS, CP SPQ, CP 1-5, Therapure Bug Juice.

Jamu Jo: JJ 6, 8, 10, 11, 13, 14, 15.

Terapi IV: Ringer Laktat, Vitamin C, EDTA, DMSO, Vitamin B, CP ID, CP IN, CP IZ, CP IS, Lisin, Glutation, NAC.

Obat konvensional: Antivirus seperti tecovirimat.