Loa Loa Filariasis / Cacing Mata Afrika

Masa Dormansi: Hingga 1 tahun.

Loa loa Filariasis, (Loiasis) adalah penyakit kulit dan mata yang disebabkan oleh cacing nematoda Loa loa. Manusia tertular penyakit ini melalui gigitan lalat rusa (Chrysops spp.) atau lalat mangga. Pembawa penyakit ini menghisap darah dan menggigit di siang hari, dan mereka ditemukan di lingkungan seperti hutan hujan di Afrika bagian barat dan tengah.

Filariasis seperti loiasis paling sering terdiri dari mikrofilaremia tanpa gejala. Beberapa pasien dapat mengalami disfungsi limfatik yang menyebabkan limfedema. Angioedema episodik (pembengkakan Calabar) pada lengan dan kaki, yang disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh, sering terjadi. Loa loa juga disebut “cacing mata Afrika”. Perjalanan melalui bola mata dapat dirasakan, tetapi biasanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit. Cacing mata dapat menyerang pria dan wanita secara merata, tetapi usia lanjut merupakan faktor risiko. Eosinofilia sering terlihat pada infeksi filaria. Cacing yang mati dapat menyebabkan abses kronis, yang dapat menyebabkan terbentuknya reaksi granulomatosa dan fibrosis.

Obat Therapure: Sabun Neem dengan sarung tangan gosok, Vita Bath dengan CP SO, CP W, CP PAR-D. CP PAR-M, CP PIN, CP PRS, CP SPQ, CP ID, CP ED Tetes mata, Therapure Bug Juice.

Jamu Jo: JJ 6, 8, 10, 11, 13, 14, 15.

Terapi IV: Glutation, DMSO, CP ID, CP IN, CP IZ, CP IS, Lisin, Magnesium, NAC, Vitamin B Kompleks, Vitamin D, Zinc.

Obat konvensional: Diethylcarbamazine (DEC), doxycycline. ivermectin, albendazole, operasi.