Terapi Hormon Pria untuk Kesuburan

Tingkatkan hormon pria dan kesuburan secara alami bersama BSI. Solusi efektif untuk ketidaksuburan, disfungsi sperma, dan keseimbangan hormon.

In-Clinic

Harga Terbaik

Rp. 7.700.000

Rp. 7.700.000 (pengujian / analisis / resep jika diperlukan) – 21.300.000 (hingga dengan tes tambahan dan terapi)

In-Home

Rp. 8.500.000

Rp. 8.500.000 (pengujian / analisis / resep jika diperlukan) – 21.300.000 (hingga dengan tes tambahan dan terapi)

10% OFF

Untuk semua layanan dengan menunjukkan KITAS / KITAP / KTP Anda

Program BSI Detoks 43 Hari, Dengan 133 Tes Lab & Analisa yang Komprehensif sangat dianjurkan untuk dilakukan secara bersamaan guna analisis menyeluruh terhadap penyebab ketidakseimbangan.

Apa itu Ketidaksuburan ?

Infertilitas pria, atau ketidaksuburan pria, mengacu pada ketidakmampuan pria dewasa secara seksual untuk membuahi wanita yang subur. Pada manusia, kondisi ini menyumbang 40–50% kasus gangguan kesuburan, dan sebelum tahun 2020, memengaruhi sekitar 7% dari seluruh pria. Masalah fertilitas pria umumnya disebabkan oleh produksi air mani yang rendah, dan kualitas sperma digunakan sebagai tolok ukur kesuburan laki-laki.

Masalah reproduksi pria ini dapat disebabkan oleh produksi sperma yang minim, fungsi sperma yang abnormal, atau penyumbatan saluran yang mencegah pengeluaran sperma. Penyakit, cedera, gangguan kesehatan kronis, pilihan gaya hidup, serta faktor genetik dapat memicu ketidaksuburan pria.

Ketidakmampuan untuk memperoleh keturunan bisa menyebabkan stres dan rasa frustrasi, namun sejumlah solusi dan perawatan kini tersedia untuk membantu mengatasi infertilitas pria.

Diagnosa

Wawancara

  • Sejara Medis
  • Gaya hidup
  • Kehidupan seksual
  • Penyakit Menular Seksual (PMS) masa lalu atau sekarang
  • Pembedahan, terutama daerah bawah, termasuk sunat
  • Cedera
  • Latihan
  • Asap, narkoba, obat-obatan Resep
  • Disfungsi ereksi (DE)
  • Tertunda, dini, atau tidak ada ejakulasi
  • Terbangun di malam hari untuk buang air kecil
  • Aliran urin kuat atau lemah

Pengujuan dasar PRDC dan live blood analysis, dengan pemeriksaan alat kelamin dan perut

Analisis air mani:

  • Infeksi.
  • Volume air mani di dalam sampel.
  • Konsentrasi sperma. Rata-rata di atas 15 juta sperma per mililiter air mani.
  • Vitalitas. Persentase sperma yang masih hidup.
  • Motilitas. Di atas 63 % yang bergerak = subur, di bawah 32 persen = kesuburan rendah.
  • Morfologi. 12% + dari ukuran dan bentuk normal = kesuburan. Kurang dari 9% = infertilitas.

Penyebab Ketidaksuburan Pria

Kelainan anatomi atau genetik

Penyakit sistemik atau saraf

Infeksi / PMS

Trauma pada selangkangan atau area tubuh lainnya

Terapi radiasi gonadotoksik

Antibodi sperma

Pengganggu endokrin seperti plastik, estrogen, produk kedelai, dll.

Covid-19

Tes Kombinasi Hormon Seks Pria

  • Albumin (transportasi hormon) (opsional)
  • Total Testosteron
  • Bebas Testosteron
  • Persentase testosteron bebas*
  • Testosteron yang tersedia secara biologis*
  • Estrogen / Estradiol
  • Progesteron
  • Rasio Estrogen / Progesteron*
  • Dehydroepiandrosterone sulfat (DHEA) (Produk kelenjar adrenal)
  • 17-OHP (Produk kelenjar adrenal)
  • Hormon Stres Kortisol (opsional)
  • Rasio Kortisol / DHEA (opsional)*
  • Hormon Perangsang Folikel (FSH)
  • Luteinizing (LH)
  • Rasio FSH / LH*
  • Globulin Pengikat Hormon Seks (SHBG)
  • Prolaktin (PRL)
  • Tes Prostat (PSA)

* Tersedia dengan paket lengkap, tidak dapat diuji secara individual.

Tes Kombinasi Hormon Kelenjar Utama

(Tes ini mengendalikan hormon seks, dan semua fungsi tubuh yang saling terkait)

  • TSH (Hormon perangsang tiroid)
  • T3 (Total Triiodothyronine)
  • FT3 (Triiodotironin Bebas)
  • T4 (Total Tiroksin)
  • FT4 (Tiroksin Bebas)
  • Rasio FT3 / FT4*
  • IPTH (Hormon Paratiroid)

* Tersedia dengan paket lengkap, tidak dapat diuji secara individual.

Kata-kata Penyemangat

Obat modern biasanya tidak menyembuhkan masalah dan cenderung menimbulkan kecanduan dan efek samping lainnya. Perubahan gaya hidup mungkin diperlukan untuk penyembuhan yang optimal terjadi.

Kami sangat menyarankan pasien menghindari semua obat ereksi konvensional, seperti Viagra, dll. Ini menyebabkan kerusakan sistem saraf, khususnya otak. Mereka juga tidak menyembuhkan masalah, tetapi pada akhirnya dapat memperburuknya.

Pasien harus dengan hati-hati memantau terapinya, perubahan libido, suasana hati, diet, dll. Sangat penting untuk secara bersamaan mengikuti jadwal infus dan obat-obatan oral, sambil membatasi asupan obat-obatan konvensional. Tentu saja diet dan olahraga adalah yang terpenting. Stimulasi harian pada daerah genital, termasuk pijat testis yang lembut disarankan.

Ingat: Tubuh hanya sembuh saat tidur nyenyak dan istirahat. Pasien harus sabar, istirahat, dan berolahraga juga.